Saturday, March 17, 2012

Orang Buta Yang Menjadi Korban

Suatu ketika Nabi Musa as bermunajat kepada Alloh , diantaranya beliau berdoa , agar Alloh menunjukan keadilan, kemudian Alloh menjawab "Apabila  Aku tampakan keadilanKu, maka kamu tidak akan sabar dan tergesa-gesa menyalahkanKU".  Nabi Musapun kembali berucap, "Dengan TaufiqMu aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilanMU." Kemudian Alloh memerintahkan agar Nabi Musa as pergi ke sebuah  mata air yang telah di tentukan tempatnya dan bersembunyi serta menyaksikan peristiwa yang akan terjadi.
Setelah sampai Nabi Musa kemudian memilih tempat  di atas bukit hingga terlihat jelas tempat mata air tersebut. Tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda . Dia turun dan segera berwudhu dan meminum air dan setelah itu kemudian orang tersebut shalat. Sementara kantong yang berisi uang seribu dinar diletakan di sampingnya. Setelah selesai shalat kemudian orang tersebut bergegas pergi dan lupa terhadap barang bawaanya yang berupa sekantong uang. Tidak lama kemudian datanglah seorang anak kecil untuk meminum air di sumber air itu, tak sengaja melihat sekantong uang yang tergeletak dan langsung mengambilnya lantas segera pergi. Selang beberapa saat setelah anak kecil tadi berlalu, datanglah seorang kakek tua yang buta. Dia hendak mengambil air untuk minum dan berwudhu kemudian sholat kakek tersebut. Setelah selesai shalat, datanglah orang penunggang kuda yang sebelumnya tertinggal sekantong uang dinar. Dia hendak mengambil barangnya yang tertinggal. Namun yang di dapat bukanlah barang yang dimaksud, akan tetapi malah tampak si kakek buta yang baru   menjalankan shalat. Lalu penunggang kuda tersebut langsung menuduh si kakek tua yang mengambil sekantong uang miliknya. Tentu saja si kakek tua kaget lalu berkata "Bagaimana saya bisa mengambil barang milikmu sementara mataku tidak dapat melihat." Tentu saja si penunggag kuda tidak percaya begitu saja. " Mana ada pecuri mengaku, ! wahai kakek tua kembalikan kantung dinarku." Bentak si penunggang kuda. Maka terjadilah cek cok diantara keduanya, sampai akhirnya si penunggang kuda membunuh si kakek tua buta itu. Setelah si kakek buta itu di bunuh ia menggeledah untuk menemukan kantongnya . Namun ternyata tidaklah ditemukan kantong yang si penunggang maksud. Maka bergegas meninggalkan mayat si kakek yang terbujur kaku.
Ketika Nabi Musa as  menyaksikan peristiwa tersebut. sontak Nabi musa berkata "Yaa Tuhan , sungguh aku tidak sabar atas kejadian itu, namun saya yakin Engkau sangat adil . Kenapa kejadian mengenaskan ini bisa terjadi?".
Tidak lama kemudian datanglah malaikat Jibril dan berkata "Alloh memerintahkan kepadaku untuk menyampaikan penjelasan kepadamu. Sesungguhnya Dia maha mengetahui yang hal-hal gaib yang engkau tidak ketahui. Selanjutnya malaikat Jibril menerangkan bahwa anak yang mengambil kantong dinar adalah mengambil hak nya. dulu ayahnya pernah bekerja di si penunggang kuda, namun ia tidak membayar upah pada ayahnya secara zalim. Jumlah yang harus di bayarkan setara dengan jumlah uang dinar yang ada pada kantong itu. Adapun kakek tua yang di bunuh oleh penunggang kuda itu adalah orang yang membunuh ayah dari anak itu sebelum mengalami kebutaan.

No comments:

Post a Comment

Menggapai Hidayah

Mari berwirausaha

Wirausaha Modal Kecil

Informasi Peluang Bisnis-Peluang Usaha Kecil Menengah