Dikisahkan terdapat dua orang bersaudara. Yang satu adalah ahli ibadah yang tinggal di lantai atas sedangkan satunya adalah ahli maksiat yang tinggal di lantai bawah . Suatu ketika ahli ibadah di goda oleh nafsu untuk mengikuti syahwatnya. Provokasi syahwatnya sanggup menundukan jiwanya. Dirinya merasa telah begitu lama menghabiskan umurnya hanya untuk beribadah kepada Alloh SWT, maka dalam hatinya berniat untuk melakukan perkerjaan maksiat dan akan bergabung dengan saudaranya yang ahli maksiat yang tinggal di lantai bawah. Ia berandai andai apabila telah selesai melakukan maksiat maka akan segera bertobat karena ia mengetahui bahwa Alloh maha pengampun dan maha penyayang. Maka mulailah dilakukan niat burunya itu dengan menuruni tangga hendak menghampiri saudaranya di lantai bawah.
Sementara Saudaranya yang ahli berbuat maksiat yang tinggal di lantai bawah sedang sibuk memikirkan dirinya . Terbetik dalam hatinya untuk bertobat , dia teringat akan saudaranya yang ahli ibadah yang tinggal di lantai atas. "Bagaimana dengan diriku kelak setelah kematian datang kepadaku, sementara hari hariku hanya di penuhi dengan prilaku maksiat. Sungguh celakalah aku!" Bisiknya dalam hati. Maka dia berniat untuk kembali dan bertobat serta menyesali segala perbuatannya. Dengan tekad dan niat yang kuat untuk bertobat dan memperbaiki diri, maka dilangkahkannya kaki kanan menaiki tangga dengan maksud untuk menemui saudaranya yang ahli ibadah dan bergabung bersamanya .
Sementara itu saudaranya yang ahli ibadah bermaksud untuk menuruni tangga dengan berniat ingin melakukan maksiat dan akan bergabung dengan saudaranya di bawah. Dengan tidak sengaja kakinya terpeleset hingga jatuh badannya menimpa saudara nya yang berniat untuk bertobat hendak menemuinya di atas hingga kedua saudara tersebut meninggal seketika. Si tukang ibadah di bangkitkan oleh Alloh dalam keadaan berniat maksiat sedangkan si ahli maksiat dibangkitkan oleh Alloh dalam keadaan berniat beribadah.
Wallohu'alam
Wallohu'alam


No comments:
Post a Comment